Bersama Surayah

Maret 18, 2016 - Leave a Response

imam beser dan aku

 

Monumen Pejuangan Jawa Barat

November 25, 2015 - Leave a Response

yuya

 

lagi apa

November 9, 2015 - Leave a Response

ageung dan alit

“nuju naon, lit” // “euh iyeu, geung, alit ge teu teurang..”

benar begitu

November 3, 2015 - Leave a Response

INI hari selasa Dan kamu memandang aku. Apakah sama duh aku baik baik saja padahal iya.

aki Umang dan Apa

November 2, 2015 - Leave a Response

apa dan aki umang on

aki Umang dan Apa yang senyum. itu lebaran tahun berapa. lupa..

Selamat Tahun Baru

Oktober 15, 2015 - Leave a Response

SELAMAT TAHUN BARU
(KH Mustofa Bisri)

Selamat Tahun Baru Kawan
Kawan, Sudah tahun baru lagi

Belum juga tibakah saatnya kita menunduk?
Memandang diri sendiri?
Bercermin firman Tuhan sebelum kita dihisabnya?

Kawan, siapakah kita ini sebenarnya?
Musliminkah? Mukminin? Muttaqin? Khalifah Allah?
Umat Muhammad kah kita?
Khaira ummatin kah kita?
Atau kita sama saja dengan makhluk lain?
Atau bahkan lebih rendah lagi?
Hanya budak-budak perut dan kelamin.

Iman kita kepada Allah dan yang ghaib rasanya lebih tipis dari uang kertas ribuan, lebih pipih dari kain rok perempuan.
Betapapun tersiksa, kita khusyuk di depan massa dan tiba-tiba buas dan binal justru di saat sendiri bersamaNya.
Syahadat kita rasanya seperti perut bedug, atau pernyataan setia pegawai rendahan, kosong tak berdaya.

Shalat kita rasanya lebih buruk dari senam Ibu-ibu, lebih cepat dari pada menghirup kopi panas dan lebih ramai daripada lamunan seribu anak muda.
Doa kita sesudahnya justru lebih serius,
kita memohon hidup enak di dunia dan bahagia di surga.
Puasa kita rasanya sekadar mengubah jadwal makan minum dan saat istirahat tanpa menggeser acara buat syahwat.
Ketika datang lapar atau haus; kitapun menggut-manggut “Oh beginikah rasanya” dan kita sudah merasa memikirkan saudara-saudara kita yang melarat.

Zakat kita jauh lebih berat terasa dibanding tukang becak melepas penghasilannya untuk kupon undian yang sia-sia.
Kalaupun terkeluarkan harapanpun tanpa ukuran, upaya-upaya Tuhan menggantinya berlipat ganda.
Haji kita tak ubahnya tamasya menghibur diri, mencari pengalaman spiritual dan material.
Membuang uang kecil dan dosa besar, lalu pulang membawa label suci asli made in Saudi.. HAJI.

Kawan, lalu bagaimana, bilamana dan berapa lama kita bersamaNya?
Atau kita justru sibuk menjalankan tugas mengatur bumi seisinya
Mensiasati dunia sebagai khalifahnya.

Kawan, tak terasa kita semakin pintar
Mungkin kedudukan kita sebagai khalifah mempercepat proses kematangan kita, paling tidak kita semakin pintar berdalih.
Kita perkosa alam dan lingkungan demi ilmu pengetahuan
Kita berkelahi demi menegakkan kebenaran
Melacur dan menipu demi keselamatan
Memamerkan kekayaan demi mensyukuri kenikmatan
Memukul dan mencaci demi pendidikan
Berbuat semuanya demi kemerdekaan
Tidak berbuat apa-apa demi ketentraman
Membiarkan kemungkaran demi kedamaian
Pendek kata, demi semua yang baik, halallah semua sampaipun yang paling tidak baik

Lalu bagaimana para cendikiawan dan seniman?
Para mubaligh dan kiai penyambung lidah Nabi?
Jangan ganggu mereka.
Para cendikiawan sedang memikirkan segalanya
Para seniman sedang merenungkan apa saja
Para muballigh sedang sibuk berteriak kemana-mana
Para kiai sedang sibuk berfatwa dan berdoa
Para pemimpin sedang mengatur semuanya
Biarkan mereka di atas sana
Menikmati dan meratapi nasib dan persoalan mereka sendiri.

Kawan, selamat tahun baru
Belum juga tibakah saatnya kita menunduk dan memandang diri sendiri?

mamah

Oktober 3, 2015 - Leave a Response

mamah

kau
jauh lebih tinggi daripada
aneka macam sorga

kau
adalah yang lunglai
disaat aku marah, pergi

kau
adalah dirimu
dengan getar ku panggil engkau : IBU

ketika engkau tersenyum kepadaku
cinta tak perlu kucari lagi darimu

-pidi baiq (ibu ibu ibu)

khatam Al Quran

September 30, 2015 - Leave a Response

Ya Allah rahmatilah kami dengan Al Quran.
Jadikanlah Al Quran bagi kami sebagai panutan, cahaya, petunjuk, dan rahmat.
Ya Allah ingatkanlah saya andaikan terlupa dari ayat-ayat Al Quran.
Ajarkan saya dari padanya yang saya belum tahu.
Karuniakanlah kepadaku untuk bisa membaca Al Quran di tengah malam dan siang hari.
Jadikanlah Al Quran bagiku sebagai pedoman Wahai Tuhan semesta Alam.

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta Alam. Khatam Al Quran hari ini ada haru dan senang. sudah lama tidak merasakan ini. membaca Al Quran terasa tenang. nuhun kanggo aa sareng ageung.

lampu

September 28, 2015 - Leave a Response

mtf_mPArC_159.jpg

lampu kamu bagus dalam hitam putih. bagaimana gelap, kamu juga bagus tidak kalah dengan lampu.

oh, wahai

September 28, 2015 - Leave a Response

oh, wahai pesonamu membuatku rindu. rasanya ingin kamu saja. cukup sudah.

sayang sekali

September 28, 2015 - Leave a Response

rugi untuk kamu. karena hidup hanya untuk sekedar bernafas. lalu untuk apa kamu diciptakan kalau hanya untuk itu. kalau hanya untuk itu binatang pun melakukan hal yang sama. kawan. sudahlah. tebarlah apa yang baik. semai lah. maka kamu akan menikmati juga. senang sungguh bahagia rasanya hidup ini menakjubkan.

tetapi, inilah

September 27, 2015 - Leave a Response

hangat

tetapi, inilah pasupati. bandung.  itu lapar. dan mungkin dingin. tetapi, biar bagaimanapun, inilah bandung. aku sedang rindu.

perahu dan sungai

September 27, 2015 - Leave a Response

perahu

perahu dan sungai. berteman sudah lama. sekarang juga. nanti.

bunga

September 27, 2015 - Leave a Response

bunga

bunga. kenapa kamu diupload?

memastikan

September 27, 2015 - Leave a Response

hanya memastikan bahwa dia masih di bumi. bagaimana setelah samasekali tidak bisa memastikan? ya sudahlah.

Oh, ya Allah.

September 22, 2015 - Leave a Response

Oh, ya Allah.
Mungkin dia sedang menahan lapar.
Mudah-mudahan sebentar lagi tidak.

Huhujanan

September 22, 2015 - Leave a Response

huhujajan

hayu huhujanan lah. panas.

Membatik

September 22, 2015 - Leave a Response

membatik 2

ini kegiatan membatik. bukan membatak. apalagi membatok. gitu loh.

jancukarta

September 17, 2014 - Leave a Response

jancukarta

jancukarta di malam hari dalam hitam dan putih.

pemandangan

September 14, 2014 - Leave a Response

dari kaca damri kecil

aku memandang keluar dari jendela kaca damri yang terbuka. saat perjalanan dari dago menuju leuwi panjang, bandung, waktu itu.

alityogas

Juni 21, 2014 - Leave a Response

saudara kami Adi Tyo Hamdani menyudahi (mensudahi) masa bujangnya. tanggal 11 bulan lima tahun 2014 di Kuningan, Jawa Barat. ini foto buram (blur) kami bertiga. haha

alityogas

Kucing

Juni 18, 2014 - Leave a Response

Kucing mampir di kosan.

i stand on the wrong side kecil

Titik Hujan

Maret 22, 2014 - Leave a Response

Titik Hujan

Why does it always rain on me..

GBK

Januari 26, 2013 - 2 Tanggapan

GBK

test

Februari 6, 2012 - Leave a Response

Jual Camera DSLR Nikon D90 + Lensa Af-s Nikkor 18-70mm f/3.5-4.5 ED DX

Januari 23, 2012 - Leave a Response

Jual Camera DSLR Nikon D90 + Lensa Af-s Nikkor 18-70mm f/3.5-4.5 ED DX

Kondisi camera fungsi All Lancar Jayaa.. fisik 90% mulus ..
kelengkapan komplit: golden box, charger, batre, manual book, body cup, cabel data, body strap, dll.
pembelian Desember 2010 (garansi abis).

kondisi lensa fungsi lancar.. fisik 70% mulus.. no fog.
kelengkapan : no dus, just lens. lens cup depan belakang masih ada, bonus filter n hood (non ori).

gratis memory SD V-Gen 4GB.

beli body only D90 = 5.25 jt
beli lensa only : 1.25 jt
beli Body Nikon D90 + Lensa = 6.25 jt saja.

COD Bandung diharapkan. boleh mampir liat barang dulu..
SMS/call : 0856 2456 2227 (alit)

SOOOOOOOOOOOOLLLLLLLDDDDDD

z i a r a h

Juni 27, 2011 - Satu Tanggapan

Cici Lusiana

Juni 27, 2011 - Leave a Response

f o e

Juni 21, 2011 - Leave a Response

Bambang Yogaswara (Ogas), gegedug F.O.E. (full of emptiness), band indie asal kota kembang, sedang mencari ilham sambil ‘menggenggam’ gitar di ruangan kamarnya.

 

 

a d e ‘ n c i n

Juni 17, 2011 - Leave a Response

 

titikluang

Juni 17, 2011 - Leave a Response

titikluang

w i s h

Juni 17, 2011 - Leave a Response

aamiin…

Puisi Jagung

September 20, 2010 - 5 Tanggapan

Seperti embun, ia menandakan kejernihan…

Pemuda Tani

Juli 28, 2010 - Leave a Response

Di gedung Jabar Craft Center (JCC), Dago 19 Bandung, di bawah naungan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Jawa Barat, pemuda tani mencoba menorehkan desah hirupan nafasnya yang tersesak disini.. berharap semoga pertanianku bergeliat lagi, semoga tanahku subur lagi, semoga persemaianku tumbuh lagi. semoga benih2ku tak berdormansi, semoga harap kembali meninggi, semoga mimpi segera menjadi nyata, semoga hidupku memberikan manfaat untuk semua.. semoga..

pemuda tani, demi lahan yang ditinggali..

segala yang tumbuh akan luruh pula akhirnya/ segala kejadian berdiri di atasnya/ segala mimpi disemai padanya/ dan segalanya akan kembali padaNya

di tanahku aku menancap segala harap/ agar hidup lebih berarti/ bukan hanya untukku/ tapi untuk yang lain pula..

Di Desa

Juni 1, 2010 - Leave a Response

di desa, orang biasa.. orang biasa, orang biasa dan orang biasa serta orang biasa…

Mei 4, 2010 - 2 Tanggapan

pemuda tani

Catatan Detikku

April 14, 2010 - Leave a Response

Kenang-kenangan selama di Desa Melikan, Klaten – Jateng, saya dan teman sesama relawan berduet puisi. Atuy /Yuta (Aaaatttuuyyyy… 🙂 panggilannya -red). Puisi itu kami beri judul ‘Catatan Detikku’. Mencoba menoreh detik demi detik waktu yang kami lalui selama kurang lebih 2 bulan disana ke dalam bait demi bait kata.. oke, cekidot..

Catatan Detikku

Jingga.. / Dalam detik plagiat murni/ Dunia metamorf terpaku sabda/ Mengerut/ Sikut/ Dalam Sapuan Hina Sang Dewa

Dunia ternyata fana/ Menjadi tua perlahan/ Blur../ Tak terasa../ Aku termasuk didalamnya…

Aku/ Mereka.,/ Dan dia

Habitat jingga/ Yang bersetubuh dengan merahnya bunga api kehidupan

Mungkin.,/ Dalam berntang sang waktu/ Mereka sebenarnya biasa/ Karena dianggap tdk biasalah mereka menjadi tdk biasa/ Dan melakukan hal yang tidak biasa-biasanya

Entahlah.,/ Mereka atau aku/ Yang terbiasa untuk tak biasa

Dan/ Kaulah Jingga.,/ Suatu paradigma semu/ Yang teruai/ Dalam buai perhelatan kelamku belaka.,

Entah bagaimana.,/ Ketika hampa mulai mengkampiri sang bumi/ Nisbikupun memuai/ Gila!!!

Kosongku berontak.,/ Ajarkan cara yg kau punya/ Senyuman dan suguhan air teh manis/ Ditengah puing-puing rumahmu yang hancur…

Sungguh., metamorf dunia jingga/ Yang tak tersia sang kelam/ Dalam prjalanan detiknya..

Klaten 2006

Cerita Petani (3)

April 12, 2010 - Leave a Response

yeha.. lagi2 cerita petani. kali ini petani kreatif asal Sragen. Pak Gino, begitu panggilannya. ia seorang petani yang berusaha menekan pengeluaran transportasi untuk berkeliling lahan pertaniannya dengan cara membuat kendaraan (mobil) bertenaga surya. alhasil, pengeluaran biaya untuk usaha pertaniannya bisa dihemat mencapai 10%.. kendaraan bertenaga surya itu cukup sederhana, panel surya berukuran seiktar 3×2 meter ia letakan di atas kendaraan yang sekaligus berfungsi sebagai naungan..kini ia bisa tersenyum saat mengendarai kendaraan buatannya sendiri di saat harga BBM yang lumayan menguras pengeluarannya selama bertani.

yeah.. Pa Gino adalah inspirasi saya, ia seorang wastedfarmers, petani yang kreatif, berjuang di tengah kondisi yang menghimpitnya, bangkit dari ketersia-siaannya.. dan bangun dari keterbuangannya.. (hehe.. lebay..)

yeho wastedfarmers!! (maaf foto diatas adalah seorang wastedfamers yang malas..!)

WF #?

April 8, 2010 - Leave a Response

kali ini ‘petani’ benar2 terbuang.. kreatifitas mati tehimpit perut yang melilit.. yang seharusnya melejit. kebebasan terkekang fikiran yang tak seharusnya difikirkan..

hayo WastedFarmers, semangat.. tunjukan kreatifitas.. untuk petani yang tersia-siakan.. untuk petani yang terbuang..

senyum (2) ‘Mega’

Maret 31, 2010 - Leave a Response

Mega, saat itu angin menggerai rambutmu perlahan. Tapi dia (angin) tak tahu apa-apa.. Mega, kau tahu? Saat itu rumput-rumput kering seolah mengangkatmu perlahan dari bumi.. Tapi rumput kering itupun tak tahu apa apa..

Mega,  saat itu juga puing-puing rumahmu memperhatikanmu tersenyum dengan jiwa.. dan puing tahu.. Senyuman yang membuatku menitikkan air mata..

Klaten, 2006

senyum

Maret 30, 2010 - Leave a Response

kaka, dede sareng zasqy.. om elit mau nanya ni.. 🙂 kenapa ya ada aja orang yang baeud (gak mau senyum2), padahal om elit teh udah senyuuumm terus ama dia.. senyum om elit teh ikhlaas se ikhlas ikhlasnya.. tapi anggeurr we.. ai om elit punya salah mah, punten atuh hapunten anu kasuhun nya.. hehe.. 🙂

dede, kaka sareng zasqy.. gak papalah klo ada orang yang gak mau bales senyum ama om elit juga.. kan ada kalian yg selalu tersenyum buat om elit.. seluruh dunia asa milik om elit lah klo liat senyum kalian teh.. heheh 🙂

om elit kangen kalian ih.. 🙂

g a l a u

Maret 28, 2010 - Leave a Response

25


Hey..

Belum juga aku mengerti

Apa yang sedang ku rasakan..

Hey..

Pernah ku katakan dalam hati

Mencoba untuk menikmati

Semua yang terjadi..

(Ipank – Hey)


ADA orang yang mendekatkan diri dengan bertualang tak henti. Berjalan menyusuri jalan setapak dalam hutan. Diatas hamparan pasir panas disiang hari. Atau berdiri seharian dalam kereta ekonomi. Berdesakan dalam gerbong yang pengap. Suara-suara yang menyibukkan telinga. Ada yang diam dan merenung dalam keheningan malam mencari jati diri. Ada juga yang harus melalui kerumitan kesulitan untuk pahami. Atau, ada orang yang samasekali tak mau tahu diri.

Aku ingin melipat lautan. Menyimpannya diatas meja belajar. Melebarkannya kembali. Pastilah berdesaran air dalam ruangan. Kan terhempas aku ke sudut kamar. Atau, kusimpan saja dihalaman depan. Akan kupandangi indahnya biru ketika kubuka jendela kamar di pagi hari. Lalu, camar-camar kebingungan karena lautan menghilang. Berpindah kehalaman depan. Atau, orang-orang dipesisir pantai akan berlarian mengira akan terjadi badai. Juga, matahari yang tak jadi terbenam saat senja karena kehilangan tempat untuk bersembunyi..

Ada orang yang menghiasi topengnya setiap hari. Mengubah warnanya agar sesuai kondisi. Ada yang berusaha menyerupakan bentuknya dengan yang lain. Atau, ada yang hanya menaruhnya dalam kamar. Dipakai sesekali. Dilepas kembali. Ada yang membantingnya hingga berkeping. Kecewa karena tak berfungsi. Ada yang memakai yang bukan miliknya untuk diakui sebagai kepunyaannya. Atau, ada juga yang tak membutuhkannya samasekali. Menikmati wajah kepunyaan sendiri.

Aku ingin menggenggam matahari. Meletakannya di para kamarku. Menggunting jilatannya agar terlihat rapi. Berpendarlah cahaya keseluruh ruangan. Melelehkan setiap benda disekitar. Atau, kusimpan saja di almari besi. Akan kuambil jika lampu mati. Lalu, malam tetap malam. Hari tak kunjung datang lagi. Aku dapat melihat bintang sepanjang waktu sepuasnya.

Ada orang yang menangis tak henti. Ada juga yang mentertawakan diri sendiri. Ada yang meratapi. Ada yang tertawa tak terkendali. Atau, ada juga yang hanya diam. Menyuguhi dengan angan-angan panjang. Atau ada yang sangat bangga dengan diri sendiri. Ada yang merenung dalam keramaian. Merasakan udara yang sama dengan masa lalunya.

Aku ingin memunguti bintang dilangit. Membaginya kesemua orang. Mereka menyimpannya dalam saku. Menempelkannya di topi bayinya yang lucu. Atau menyimpannya dalam mobil. Lalu sisanya kan kusimpan dalam laci. Tapi, bintang kehilangan sahabat. Baiklah, akan kubawa juga bulan. Lalu malam benar-benar gelap gulita. Tak ada cahaya yang berkilauan.

Tapi akan kuurungkan lagi semua keinginan. Ah, maafkanlah.. Hingga 25 tahun ini, aku hanya ingin mengenal diri.. Yang kadang berarti dengan berpetualang tak henti. Kadang berarti dengan melipat lautan. Kadang berarti dengan memusnahkan topeng. Kadang berarti dengan menggenggam matahari. Kadang berarti dengan kembali kemasa lalu. Kadang berarti dengan memungut bintang dan membawa bulan. Hanya untuk mengetahui yang menyimpang, lalu meluruskannya kembali..

Dan masih banyak lagi sebenarnya yang kuinginkan. Tapi sulit untuk kubagi. Terlalu sulit untuk dipahami. Biarlah hanya aku, tuhan dan alam yang mengerti..

Hey..

Ternyata sangat melelahkan..

 

Cerita Petani (2) – ‘Hidup Itu Indah’

Maret 11, 2010 - 2 Tanggapan

satu cerita petani (lagi) yang membuat saya terusik. siang itu, jam 11.30 saya lupa hari dan tanggalnya,  Trans TV menayangkan sebuah program acara ‘Hidup Ini Indah’. apa yang membuat saya berlama2 menahan lapar dan menanti dengan sabar setiap iklan yang menyeling dalam tayangan program tersebut?.

Hari Cahyono muda, dulu hanya seorang buruh kuli panggul sayuran di pasar, Batu – Malang. dia hanya seorang buruh panggul biasa yang punya tekad dalam hatinya, untuk melakukan perubahan dalam hidup. menjadikan hidup lebih baik.

modal tekad dan kepercayaan diri yang kuat, Cahyono memulai menjadi petani dengan menanam sendiri sayuran jenis Kubis. keberanian, kepercayaan, ilmu dan pengalaman membuatnya menjadi petani yang tak mudah lagi disebut sia-sia. terbuang. di pandang sebelah mata.

Cahyono dalam proses perubahan hidupnya banyak mengalami jatuh, lelah, rugi dan cobaan lainnya. dia tidak pernah berhenti menyerah mewujudkan tekadnya. Cahyono bangkit dan bangkit lagi. menurutnya, kegagalan adalah sebuah keberhasilan yang tertunda. ya ia menikmati hidup yang indah sebagai petani yang dengan sabar mensyukuri setiap cobaan yang menghadang jalannya. hingga sekarang janji hidup lebih baik itu terwujud. Cahyono punya banyak pekerja, dan ia tak lupa dan tak segan berbaur untuk memanen setiap Kubis yang telah siap panen. ia hanyalah petani dan hidup yang sekarang  tak merubahnya..

Ya, petani.. hal yang mengusik dan menarik itu adalah seorang petani. petani yang mengatakan bahwa: hidup itu indah..

ah.. petani… hidup mu selalu indah.. dan, ya.. saya seorang petani..

Februari 26, 2010 - Leave a Response

siang ini, jumat 26 Februari 2010, khotib sholat jumat menyampaikan materi yang hampir saja membuat mata ini menangis. ya. rasulalloh, siapa lagi.. khotib-pun berkaca-kaca menyampaikan khutbahnya di siang yang gerah di masjid kecil dekat kostan, Parijs Van Java (bandung). baju kemeja hitam yang tadinya malas di pakai semoga menjadi saksi di akhirat nanti bahwa masih terbesit di hati ini rasa rindu kpd beliau, ya, rasulalloh… sudah berapa lama lidah ini tak berucap shalawat dengan tulus.

khotib yang akhirnya meneteskan air mata tak kuasa membendung haru getar hatinya mengucap namamu, ya rasululloh.. perjuanganmu membela agama islam.. saat ini disia-siakan oleh sebagian banyak yang mengaku umatmmu tapi tak mengenalmu dengan baik.. maaf kan kami ya rasul..

generasi yang kau janjikan lebih baik dari generasi sahabat, tabiin dan tabiat ini benar2 lemah. sedikit sekali golongan yang selalu mengamalkan sunnah dan tak henti bershalawat kepadamu.. ya Allah masukan hamba kedalam golongan yang sedikit ini..

hari ini khotib yang haru itu mengajak untuk tidak berkecil hati, untuk tidak merasa lemah bahwa kita generasi yang jauh darimu dan sahabat2mu ini bisa di sandingkan, dan duduk di sampingmu bersama para sahabat2mu yang dulu syahid membela agama islam. generasi yang lemah ini, yang ibadahnya sering terseok ini harus yakin bahwa nanti ia bisa disejajarkan derajatnya dengan para nabi..

syaratnya lanjut khotib yang bermuka teduh itu, hanya satu: taat pada allah dan rasulnya. dan ciri2 orang yang taat itu :

1. banyak berdzikir. banyak mengingat Allah di waktu duduk, berdiri, berbaring , berjalan, dan disaat sendiri maupun di dalam keramaian.

2. memiliki sifat wara’. menjauhi perbuatan maksiat dan dosa.

dan orang yang taat kepada Rasul lanjut khotib: 1) banyak bershalawat kepada beliau dan 2) mengikuti sunnahnya.

ya rasul ijinkan kami termasuk ke dalam ummatmu, dan memperoleh safaatmu di padang ma’syar kelak.. ya. lets make a better life

gambar di unduh dari: beeglay.multiply.com

hey si ‘anak sipit’, jumat kali ini sayah takkan lupa… hehe.. 🙂

Expedition Exhibition

Januari 23, 2010 - 5 Tanggapan

I have lost an editorial…

tidakkah kalian rindu pada peluh keringat di gerbong kereta sesak yang mengingatkan kalian untuk tetap bersyukur, atas kesehatan, ekonomi, pendidikan, penglihatan, kesenangan, yang Tuhan berikan selama ini. tidakkah kalian rindu pada hamparan pasir yang menampar wajahmu kala kau hilaf untuk tetap berpijak disini, di bumi ini. tidakkah kalian rindu pada ilalang yang bergoyang bernyanyi untuk kalian yang sedih dengan kepenatan hidup selama ini. tidakkah kalian rindu pada air ranu kumbolo yang bening segar melegakan tenggorokanmu yang lelah berteriak atas amarah selama ini. tidakkah kalian rindu pada hangat saat terbitnya matahari menyingkirkan kabut dingin yang selama ini membekukan jiwamu selalu stag, malas. tidakkah kalian rindu pada harum getah pohon pinus yang memberimu aroma alam murni tanpa asap deru knalpot motormu. tidakkah kalian rindu pada udara jernih, terbang burung, bintang-bintang, keluguan tanpa kemunafikan dan topeng yang membelenggmu setiap hari. tidakkah kalian rindu pada puncak2 tertingi yang menyadarkanmu betapa kerdilnya dirimu di hadapanNya, betapa sombongnya dirimu selama ini, betapa congkaknya kalian atas nikmat yang Tuhan berikan, betapa bebalnya kepala kalian dipenuhi ambisi2 keangkuhan, betapa kerasnya hati kalian, betapa mata ini telah lama terkotori, betapa kaki ini jauh melangkah dari kebenaran, betapa beratnya kalian untuk sekedar berterimakasih kepada Tuhan dengan sepatah kata syukur… atas nikmat, alam, iman, oh.. iman.. masihkan ada dalam hati kalian? oh hati.. masihkah ada hati di dalam ragamu? oh raga.. masih adakah raga?

Januari 20, 2010 - Satu Tanggapan

hari2 ini ditemani segelas kopi yg hampir habis… kopi-hitam-putih

Januari 12, 2010 - 3 Tanggapan

masa depan masih suram seperti foto yang saya ambil di suatu pagi, di bulan Januari 2010, dengan kabut tebal yang menyelimuti saat itu.. jalanan yang sepi..

Cerita Petani

Januari 5, 2010 - 5 Tanggapan

Republika, ahad, 3 Januari 2010. Ada yang menarik dari halaman depan HU ini, setidaknya menurut saya. ya, saat ini saya agak sensitif dengan hal-hal yang berbau kata ‘petani’. salah satu judul headline di halaman depan koran ini sontak membuat mata saya terpusat, “Cerita Petani Naik Kelas”. rasa penasaran saya timbul ingin segera membacanya.

Penulis artikel ini, Priyantono Oemar, mungkin salah satu wartawan HU Republika, cukup apik menuliskan cerita seorang petani berasal dari pulau Bali, I Made Gunada.

pada awal paragraf cerita, Priyantono menuliskan kalimat yang sangat menarik saya, yang tentu saja kemudian membuat penasaran saya semakin besar. “Memakai celana pendek dan menenteng plastik kresek, I Made Gunada masuk ke restoran cepat saji McDonalds (McD) Kuta. Saat itu, malam. suatu hari di Oktober 1993…”. padanan kalimat awal yang baik, menurut saya. karena saya berfikir ini (I Made Gunada) masuk dalam kategori petani saya, WastedFarmers.

tidak mudah bagi Made untuk menemukan McD. menempuh jarak 70 km dari Bedegul ke McD di Legian dengan sepeda motor trail dari ketinggian 1400 meter dari permukaan laut. ia datang ke restoran ini bukan untuk mendapat celaan dan pulang tanpa hasil. ketersia-siannya di mata sotore manager  tidak membuatnya menyerah, tapi malah bangkit untuk membuktikan bahwa ia tak layak diperlakukan sebagai petani yang disia-siakan.

pada awalnya ayah Made, I Wayan Barata pun mencelanya karena keputusannya untuk menjadi petani. juga pada saat hasil panen pertama-melonnya menumpuk hampir membusuk.

saya membayangkan bagaimana I Made Gunada di pandang sebelah mata oleh seorang store manager yang di temuinya saat itu. hanya karena ia menggunkan celana pendek. seperti yang di ceritakan Priyantono pada pertengahan cerita, “I Made-anak gunung yang baru lulus kuliah, tak tertarik untuk mencari pekerjaan kantoran karena ia ingin mandiri dan tak mau diperintah orang lain”.

singkat cerita dari perjuangan Made menjadi petani sukses, kini, 49 gerai (dari 98 gerai yang ada secara nasional) McD di jawa-bali, kebutuhan sayurannya telah dipenuhi Made lewat PT Wiguna Makmur. Made pun telah mengantongi sertifikat audit Good Manufacturing Practice (GMP) dan Hazard Analizes Critical Control Point (HACCP). Tahun ini ia mengikuti audit Supplier Quality System (SQMS).

“Bahwa petani itu tidak hina. Hidup adalah proses tumbuh dari kecil jadi dewasa” ujar Made pada HU Republika. kini produk pertaniannya tak lagi di bungkus dengan plastik kresek, tapi dengan plastik kedap udara. seorang petani yang naik kelas, bukan?

I like it.. ya, saya suka cerita ini. karena saya tahu cerita pada artikel ini tidak mungkin menceritakan keprihatinan sang petani (I Made) selamanya. manalah mungkin ia seorang petani biasa yang ‘naik kelas’ masuk koran pula. WastedFarmers adalah petani yang bangkit, jujur rendah hati dan tak lelah berusaha, karena ketersia-siannya.

Desember 29, 2009 - Leave a Response

di kebun, Allah memberinya rizki

tidak ada satu pun daun dan bunga yang gugur di dunia ini yang luput dari pengawasan dan kehendakNya..

Desember 28, 2009 - Leave a Response

Desember 26, 2009 - 2 Tanggapan

aktivitas WastedFarmers!!

Lilin dan Buku

Desember 25, 2009 - Leave a Response

Lilin dan Buku

seja dulu lilin dan buku bercengkrama/ dan lilin tak pernah sedikitpun menyentuh buku/ yang akan membakar/ menjadikannya abu

Desember 25, 2009 - 2 Tanggapan

Desember 24, 2009 - Leave a Response

virus cabe

Desember 23, 2009 - 3 Tanggapan

kurang ilmu. harusnya tanaman itu di cabut saja segera, sebelum menyebar ke tanaman cabe lainnya. Ini tidak terduga. benar2 tidak terprediksi sebelumnya. yang kami takutkan waktu itu cuman patek. virus ini samasekali tidak terprediksi. karena memang kami belum tau kalo virus ini sangat merugikan!

Tanaman cabai yang terserang virus ini menunjukkan gejala: daun menguning cerah/pucat, daun keriting (curl), daun kecil-kecil, tanaman kerdil, bunga rontok, tanaman tinggal ranting dan batang saja, kemudian mati

Infeksi virus pada awal pertumbuhan tanaman menyebabkan tanaman menjadi kerdil dan tidak menghasilkan bunga dan buah. Gejala kuning dapat dilihat dari kejauhan.

Penyakit kuning cabai di Indonesia disebabkan oleh virus dari kelompok/Genus  Begomovirus (singkatan dari: Bean golden mosaic virus), Famili  Geminiviridae. Geminivirus dicirikan dengan bentuk partikel kembar berpasangan (geminate) dengan ukuran sekitar 30 x 20 nm. Di Cuba, penyakit kuning pada cabai disebakan oleh Tomato yellow leaf curl virus (TYLCV).

Virus ditularkan oleh kutu putih atau kutu kebul (Bemisia tabaci) secara persisten yang berarti selama hidupnya virus terkandung di dalam tubuh kutu tersebut (Gambar 4). Virus tidak ditularkan lewat biji dan juga tidak ditularkan lewat kontak langsung antar tanaman.

Pengendalian dengan insektisida kimiawi secara bijaksana, misalnya yang berbahan aktif  imidacloprid, penyemprotan kutu putih sebaiknya dilakukan pada pagi hari antara jam 06:00-10.00.

(sumber artikel dan gambar: faperta.ugm.ac.id/perlintan2005/brt0003.htm)

kami harap musim depan virus ini dapat teratasi. yang penting ilmunya. yang penting pengalaman. guru yang berharga. semoga..

Desember 22, 2009 - Leave a Response

Desember 11, 2009 - Leave a Response

hello world!!

zaqia gina nurfitriani(ngsih..) hehe

Desember 1, 2009 - Leave a Response

REPUBLIKA,


be a journalist

Oktober 21, 2009 - Leave a Response

HARUS saya awali dari sisi yang mana untuk menyatakan bahwa saya selalu ingin menjadi seorang jurnalis. Membuat essay dengan tema alasan menjadi wartawan yang dibuat sebgai syarat untuk menjadi reporter di harian umum REPUBLIKA membuat pikiran saya terbang kesanakemari. Kata-kata, bahasa-bahasa, perjalanan-perjalanan, kamera, kertas, pena, keringat, dan kebebasan-kebebasan begitu silih berdesakan untuk menjadi kata yang lebih dulu untuk menyusun kalimat pertama dalam essay saya ini.

Hai kata, bersabarlah. Saya cinta kamu… heheheh…

Oktober 11, 2009 - Leave a Response

epot epoootttt…..

epot moal diajakan! ka kota! beli topi stlobeli.. beli bubuy ntong di lada-an.. kakina berdarah di gegel beurit! hahaa.. epooottt.. om elit kangeeennnn!!!

we have no long time

Oktober 11, 2009 - Leave a Response

kk debo

banyak bintang/ seperti kebahagianku/ ketika bertemu denganmu/ saat mulai mengenalmu/ ya,/ bintang/ beribu-ribu bintang itu adalah kebahagianku/ aku akan mengambilnya satu/ lalu aku sematkan di bajumu/ atau,/ kau yang mengambilnya untukku/ menyematkannya di dadaku/ hingga pendar benderang di sekelilingku/ bintang itu membuatku terus berjalan/ hidup… /

bagaimana bila akhirnya kita tak bertemu/ untuk waktu yang sangat lama?/ hai?/ apakah kamu atau aku yang lebih dahulu meneteskan air mata perpisahan?/ hai?/ apakah kau masih mengenalku/ saat kita bertemu/ wajahku yang semakin dimakan usia/ tak seperti dulu/ kau yang semakin sibuk dengan hidupmu/ menyingkirkanku dari hidupmu/ bagaimana bila semua benar terjadi?/

apakah bintang yang kusematkan itu telah redup?/ atau bahkan sudah kau simpan entah dimana/ bintang itu seperti aku/ sepi/ sendiri/ sementara/ kalian tahu?/ bintang yang kau sematkan padaku semakin terang pendarnya/

dd/kk/ gapai semua keinginan/ kepalkan tangan dengan kuat/ hancurkan segala panghalang/ raih bintang.. /

terimakasih/ kau telah memberiku kasih/ dan hidup.. /

gello!

September 7, 2009 - Leave a Response

gello

trus ini:

iyeu oge

trus ada tambahannya, nih:

“HEY…!!! KASADAYANA TEUKENGING TU2LISAN DI PANTO BILIH DITONYOKAN KU AINK!!” (tulisan ini ditulis di tembok samping pintu)

kira2 begini terjemahan coretan2 toilet bhs Jerman di atas: “hey…!! ke semuanya gak boleh nulis2in di pintu, nanti di tonjok (pukul) sama sayah!!”

hadeuhhh…. GEL-LoOo!! uing keur ki-ih seuseurian we sorangan, Gello! untung teu uncrat acret kamana-mana eta ci-ki-ih!! soalna bari nantung!! hadeuhhh… gelloo! Tobat tobat…

i will try to fix u

Agustus 31, 2009 - Leave a Response

penggalan lirik lagu Coldplay di atas membuatku ingat kamu. kehidupanmu yang juga sepenggal saja pernah kau ceritakan saat itu padaku. saat kita hanya berdua, dan kau takkan pernah tahu, mungkin, bahwa aku peduli, sayang dan sekaligus bangga kepadamu, sangat.

saat itu aku berusaha merasakan apa yang kau rasakan. rasa bencimu, rasa sedihmu, rasa susahmu, rasa gelisahmu, rasa bimbangmu dan segala rasa yang kau rasakan ketika itu. ya, ketika kau menceritakan semuanya, tentang hidup, hidupmu, dan orang2 di sekelilingmu. setelah itu aku hanya bisa berdiam, untukmu. dan kau takkan pernah tahu, mungkin, bahwa aku peduli, sayang dan sekaligus bangga kepadamu, sangat.

dan, ‘aku akan mencoba untuk menyembuhkan lukamu’

saat ini aku rindu kamu, sangat.

Pengalaman Masa Ketjil

Agustus 31, 2009 - 2 Tanggapan

Cover Buku PMK

Pengalaman Masa Ketjil / N St Iskandar / Dinas Penerbitan Balai Pustaka / 259 hal / cet. II / Djakarta, 1960.

Apa yang membuat saya tertarik untuk membawa buku ini, dan berniat menjadikannya penawar di kala sepi sendiri? Jawabannya tidak lain karena buku ini telah usang! ya, sebuah alasan yang absurd dan tak masuk akal! Buku ini berumur 49 tahun setelah cetakan yang kedua. Selayaknya buku usang; robekan, lipatan, lakban perekat dan warna kertas yang kecoklatan telah menjadi hiasan di tubuhnya. Hal itulah yang kemudian membuatnya terlihat unik, mistik, dan menarik!.

Tapi buku ini tidak renta kawan, sungguh. Tidak seperti manusia yang telah berumur umumnya. Buku ini segar dan tidak ketinggalan zaman. Saya berkesimpulan tentang pengaranya, N St Iskandar, bahwa ia seorang yang jujur, menerima dan berfikir jauh kedepan. Bayangkan, ia pasti menulis buku ini di akhir tahun 40-an, karena cetakan pertama di publish pada tahun 1948! Tapi isi dari buku ini dan pesan2 yang ingin disampaikannya masih cocok untuk di terapkan pada zaman sekarang.

Lalu apa sih sebenarnya yang ingin ia sampaikan dalam buku ini?? Pendidikan kawan, pendidikan, ya, pendidikan. Sekali lagi Pendidikan! (hihi..) Tentang tata cara mendidik yang benar terutama pada usia anak2 yang sedang belajar, tumbuh dan berkembang. Dengan cara yang elok, sang pengarang mengawali isi buku ini dengan bercerita tentang kisahnya waktu kecil.

Masa kecil penulis yang bengal diceritakan di awal hingga pertengahan buku ini, yang akhirnya sifatnya berubah (Bab IV. Perubahan). Tokoh utama dalam buku ‘Pengalaman Masa Ketjil’ ini bernama Manun, yang tak lain adalah sang penulis buku ini. Ia menjadi anak yang paling nakal di kampung dan di sekolahnya, bagaimana ia bolos selama 3 minggu, mencuri buah ranum, berkelahi, mengerjai orang tua yang nyiyir atau menentang bahaya. Semua itu dilakukan karena ia ingin merasa bebas merdeka dan menuruti suka hatinya. Ia tidak merasa senang berada dalam sekolah. Ia merasa berontak terhadap gurunya yang kejam (tidak mendidik secara benar, tidak dengan hati lembut tulus ikhlas, tapi dengan kekerasan sesuai kehendak hatinya, yang akhirnya malah menyakiti hati sang murid, dan berbekas hingga sang murid beruban!). Waktu itu pelajaran pendidikan ia terima dari kenakalan dan perenungan perbuatannya hingga pada akhirnya ia sendiri menjadi seorang pendidik. Profesi yang tidak di sangka olehnya.

Membaca buku ini kadang membuat saya tertawa sendirian, beberapa lama kemudian mengangguk-angguk, berfikir dan membenarkan. Tapi tak jarang juga ceritanya membuat saya menitikkan air mata merasakan sedih, lalu beberapa lama kemudian tersenyum bangga kepada tokoh utama atau si pengarang. Sebuah arahan emosi yang pas dari penulis untuk pembaca.

Penulis tidak secara langsung menyampaikan akan maksud ia menulis buku ini, buah pikirnya tentang pendidikan tidak semena-mena ia sampaikan secara pintar (memperlihatkan kepintaran si pengarang-red) di awal2 buku ini. Namun, sengaja, saya menduga sang pengarang sengaja membuat bentuk sebuah cerita yang asik dan menarik untuk menyampaikan betapa metode2 pendidikan yang ingin ia sampaikan itu layak dan benar, serta patut di terapkan dalam metode mendidik anak saat itu. Dan memang benar, kenyataanya dapat di lihat sekarang. Metode itu sangat berlaku sekarang!

Mungkin sedikit saya sampaikan secara umum metode pengajaran atau mendidik anak-anak usia yang sedang senangnya bermain tumbuh dan berkembang yang ingin penulis sampaikan, yaitu; mereka harus dididik dengan hati yang lembut, niat yang tulus, ikhlas, bersahabat, tidak menentang kemauan anak, menasihati secara halus, tidak dengan kekerasan, bentakan apalagi hinaan, dan perbanyak pujian lalu berikan penghargaan kepada mereka meski prestasi itu mulai muncul darinya (anak2-red) walau sedikit.

Dari caranya menuangkan ide dengan menulis buku ini saya yakin ia adalah sang pendidik (guru) sejati yang jujur, benar, menerima dan berfikir ke depan. Sebuah penyampaian tanpa kesan mengurui. Penyampaian yang sungguh patut diacungi banyak jempol! (kecuali jempol kaki tentunya!)

Dari penyampain bahasa yang rupawan dan sedikit nyastra dan juga dari latar ceritanya, saya tahu penulis lahir di negeri seberang, Padang, Sumatera Barat. (lalu apa maksudnya??) (gak ada! iseng aja!)

Bukti2 atau kutipan2 mengenai dialog2 cerita atau dari percakapan sendiri atau ide2 sang penulis, yang masih bisa di terapkan di masa sekarang bisa kalian langsung saja baca bukunya! ha3x! itu karena saya agak kesulitan memilih mana yang cocok untuk disampaikan di resensi buku ini. (atau malas ya..) (waktunya mepet, bung!) (huh alasan!)..

Oia, satu lagi, buku yang baru saja saya baca ini (jadi masih anget2 tai Ajam), masih menggunakan ejaan lama. Jadi membacanya sungguh asik, elok nian, menambah wawasan kesusasteraan kita, sang pembacanya! Beneran! Penulis juga mengakhiri bukunya dengan puisi yang menggetarkan! jadi buruan cari bukunya!!

Genre Book: Educate, Humaniora, real ancient history
Recomended For: Guru, Dosen, Parent, ustadz (para pendidik)
Untuk Pecinta : Biografi

bookslavrs

Agustus 29, 2009 - Leave a Response

logo BL

CS BL 2 fix

menulis

Juli 25, 2009 - Leave a Response

Juli 25, 2009 - Leave a Response

vera


1

kalian penawar hatiku yang gelisah
Dunia anak dunia tanpa topeng, basa-basi, dan tanpa kemunafikan
Hidup kalian indah, bebas, dan menyenangkan
aku menemukan kebahagian di bayang-bayang kalian

thx, Vera n friends
takokak, 23 Juli 2009

Juni 17, 2009 - Leave a Response

redi tu wrayt

translate

Desember 15, 2008 - 2 Tanggapan

When I followed test for a journalist in Tribun Jabar in a few days ago, I understand something, that the English language is very important, very very important. A language, writing, speaking or reading, in English of course.

Ketika saya mengikuti tes wartawan di Tribun Jabar beberapa hari yang lau, saya mengerti satu hal, bahwa bahasa inggris itu sangat penting, penting sekali. Bahasanya, menulis, berbicara atau membaca, dalam bahasa inggris tentunya.

There are many Indonesian blogs use an English language. English prokem or American English, I don’t know.. and, if I read the blog with the English language, I feel like a crazy person. I’m not understand what the blog writers explain. I can ‘meraba-raba’ only.

Ada banyak blog orang indonesia yang menggunakan bahasa inggris. Bahasa inggris prokem atau bahasa inggrisnya amerika, saya tidak tahu.. dan, jika saya membaca blog dengan bahasa inggris, saya seperti orang bego. Saya tidak mengerti apa yang diterangkan penulis blog lewat tulisannya. Saya hanya bisa meraba-raba.

In the test (Tribun Jabar) there is translate test. Two title news with the different topics. First topic I can ‘meraba-raba’ the explain. But, the second topic I can’t ‘meraba-raba’ quite the same. Much of words I can’t translate to Indonesian language. Poor me..

So..

What must I do??

What can I do to do help my self?

Guys, girl, don’t worry..

I always take a ‘hikmah’ from every moment.

The ‘hikmah’ is: I must read the nonagayo’s blog everyday, everytime and everyway. Hehehe..

With a ‘Kamus Indict’ in my laptop of course..

Thanks to god with a ‘hikmah’ have I got

To my mom, papa and both of my brothers with the support

To my laptop which correct the error words.. hehe

Specially to nonagayo, another time I hope to meet U in the different space

Thanks u all..

Say no to drug, to alcohol, to war, to global warming, to plastic, and to negative words anymore..

Have a nice day

Bandung

Desember 13, 2008 - 2 Tanggapan
stad van bloemen
parijs van java
Kota Kembang’ di tempat kelahiran saya dahulu yang tak luntur dimakan waktu adalah sebuah nama tempat orang pangkas rambut. Potongan-potongan waktu yang sulit dilupakan adalah karena begitu bencinya atau karena begitu indahnya. Dulu, hal yang paling saya benci adalah potong rambut, dimana kata ‘Kota Kembang’ sudah pasti langsung saja memenuhi kepala. Kegiatan rutin bulanan itu sungguh tak bisa dihindari. Saya benci ibu saya ketika perintah cukur rambut keluar dari mulutnya. Dari zaman sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, ‘Kota Kembang’ dengan pasti selalu saya kunjungi untuk keperluan pangkas rambut. Padahal, banyak sudah tempat pangkas rambut bermunculan dengan jarak lebih dekat dari rumah. Tapi ‘Kota Kembang’ selalu jadi tujuan. Bahkan jika ‘Kota Kembang’ tutup karena satu hal alasan namun tempat pangkas rambut lain yang hanya dibatasi dua rumah darinya buka, maka kaki saya tak beranjak untuk ke tempat pangkas rambut tetangga pangkas rambut ‘Kota Kembang’. Sebegitunya terpatri ‘Kota Kembang’ di hati saya dan keluarga saya.


Cat putih merah yang berpilin menjadi ciri khas sebuah tempat pangkas rambut. Bapak selalu menyempatkan diri untuk mengantar anak-anaknya untuk pangkas rambut. Itu terjadi ketika saya masih di sekolah dasar. Diantara anak-anaknya, yang paling sulit diperintah pangkas rambut itu ialah saya. Dengan diiming-imingi roti bakar ibu merayu. Sebenarnya, walaupun diiming-imingi wanita cantik sekalipun saya akan tetap teguh pendirian untuk tak membiarkan tukang pangkas rambut ‘Kota Kembang’ memotong rambut saya yang seperti rambut jagung. Ya iyalah, saya kan anak SD waktu itu. Ibu pun tak mungkin lah menawari sesuatu yang diharapkan banyak lelaki dewasa pada anak seumuran SD. Butuh waktu sekitar 13 menit perjalanan satu kali naik angkot untuk sampai ke pangkas rambut ‘Kota Kembang’ dari rumah. Dengan terpaksa dipermaklah rambut saya oleh tukang pangkas rambut ‘Kota Kembang’. Yang dahulu saya merasa seperti Tukul saja wajah ini jika rambut dipangkas. Padahal dulu saya sama sekali belum menghenal Tukul! Kasihan Tukul..


Stad van bloemen atau kota kembang atau Bandung atau parijs van java sekarang menjadi tempat tinggal saya untuk sementara waktu atau seumurnya waktu. Lain dahulu lain sekarang. Sekarang, kota kembang tidak lagi hanya berarti pangkas rambut dalam benak saya. Tapi sebuah kota sejuk nan indah. Ternyata image fikiran yang sudah terpatri bertahun-tahun dalam otak bisa juga dihilangkan dengan memunculkan image baru dengan arti yang berbeda. Tidak dihilangkan, tapi ’disembuhkan’.


Bagaimana hubungannya kota kembang dahulu dengan kota kembang sekarang?. Tuhan selalu memiliki rencana yang indah. Dahulu sama sekali tak paham mengapa kota kembang terus membayangi benak saya sampai begitu terpatrinya. Baru sekarang saya mengerti bahwa saya menemukan kota kembang dalam arti yang berbeda. Karena tuhan dengan rencana lain telah memilih saya untuk memijakkan kaki di kota kembang. Jika mengingat itu hati ini menjadi berbunga-bunga seperti dalam sebuah tempat yang penuh dengan kembang beraneka warna dan macam. Kota kembang, parijs van java, stad van bloemen atau Bandung menjadi kota saya yang sangat indah untuk saat ini.

wisuda

November 26, 2008 - Leave a Response
NAON NU TIASA KURING LAKONAN KUMARGI DINTEN WISUDA KAMARI.. KAPOHOKEUN. TAPI SIM KURING TIASA NYOKOT HIKMAH TINA MOMENT ETA.. SANES KUJALMI (KALUARGI) SIMKURING NU REK DIPOHOKEUN TEH.. DUH SIMKURING MAH MANI ATOH PISAN KALUARGI SADAYA TIASA NEPANGKEUN UPACARA NU KUDUNA SAKRAL DINA KAHIRUPAN SIMKURING.. AYA MAMAH SARENG APA, DUA DULUR KURING NU BALAGEUR, NINI SIM KURING OGE MAKSAKEUN NYAKSIAN INCUNA DI WISUDA, TERUS NYAKSIAN OGE UA PAMEGET SARENG LALAKI, OGE TETEH TI ANAKNA UA.. DUH.. NUHUN GUSTI.. SANES NU ETA NU REK DIPOHOIKEUN TEH.. SANES.. TAPI NYAETA KAKONYOLAN SIM KURING TEA…. EUY… GELLOO…
SIM KURING NGUCAPKEUN PUJI SYUKUR NU TEU AYA BATAS KA GUSTI PENGERAN ALAM.. TIASA SUKURAN PARANTOS WISUDA, KAREMPEL JEUNG JALMI NU DIPIKANYAAH KU SIMKURING.. SARTA ABDI JEUNG KALUARGI KAMARI TEH DIPASIHKEUN KAHAMPANGAN URUSAN.. NUHUUUN PISAN.. GUSTI.. JAUHKEUN TINA SIFAT KUFUR..
TAPI, ENYA ETA BENER TEA.. HIKMAHNA MANI AGEUNG PISAN. UPAMI DIDELET OGE TERNYATA BEUKI ANGOT.. NUHUN AH..

aku berduka

November 23, 2008 - Leave a Response

adakah kata yang akan kuucapkan untukmu sahabatku..
untuk menghilangkan sedikit saja rasa sedih dan kehilangan yang kau rasa
jika saja kata itu ada,  akan kusampaikan kepadamu
hingga bergetar kelu bibir ini mengucapkannya
tapi kata itu tak kudapatkan kawan.. tidak samasekali sungguh
biarlah aku hanya diam tak berkata
ijinkan aku menjadi bisu kali ini dalam kesedihan
tak ada nasehat yang akan kusampaikan
juga kata pelipur lara
rasakanlah sahabat..
aku yakin kau pun merasakan kebisuanku untuk hal ini

bah?

Oktober 17, 2008 - Leave a Response

bah

kumaha ie bah?

Pemuda Tani

Juli 30, 2008 - 3 Tanggapan

Segala yang tumbuh akan luruh pula akhirnya

segala kejadian berdiri di atasnya

segala mimpi disemai padanya

dan segalanya akan kembali padaNya

di tanahku aku menancapkan segala harap

agar hidup lebih berarti bukan hanya untukku

tapi untuk yang lain pula